Minggu, 24 November 2013

Cerpen_ku



“PERJUANGANKU”

Kini aku telah duduk dibangku SMA.Ya, SMA N AJIBARANG merupakan salah satu SMA terfaforit dikalangan pelajar. Di SMA ini terkenal dengan murid-muridnya yang berotak encer. Terbukti dengan adanya sejumlah piala yang berjejer rapi dari berbagai event yang diikuti.
Namun dibalik itu semua, banyak rintangan dan usaha yang kujalani untuk dapat bersekolah di sekolah yang elite ini.
Kesusahan ini ku mulai, sewaktu aku sudah memasuki kelas 9 SMP. SMP ku dulu juga termasuk SMP yang lumayan terfaforit yaitu SMP N 2 AJIBARANG.
Hari-hari biasa ku jalani dengan menerima pelajaran dan ulangan harian yang sudah menjadi lalapan biasa. Namun, pada bulan Oktober tak bisa ku percaya Ulangan Tengah Semester pun telah datang. Buku-buku pun mau tak mau harus kubaca agar aku bisa mengerjakan.
Setelah Ulangan Tengah Semester selesai, tanpa ku kira, tiba-tiba saja langsung disusul dengan  kegiatan uji coba Ujian Nasional atau tri out-1.
Selang tiga minggu setelah tri out-1, disusul kemudian tri out ke-2. Dari tri out ke-2, ada moving class (pergantian kelas) berdasarkan nilai tri out. Ternyata nilaiku hanya mengantarkanku dikelas 9B bukan 9A yang terkenal faforit.
Awal Desember seperti biasa diadakan Ulangan Akhir Semester. Namun kali ini terasa berbeda karena merupakan Ulangan Akhir Semester terakhir bagiku. Seperti pada umumnya, setelah Ulangan Akhir Semester diadakan class meeting. Di kegiatan itu, aku gunakan untuk bersenang-senang melepas kejenuhanku bersama teman-temanku.
Pertengahan Desember, hatiku sedikit bebas dari belenggu. Dibulan itu, ada pengambilan Laporan Hasil Belajar (raport) dan juga bertepatan dengan hari ulang tahunku. Sebenarnya terbesit rasa kecewa karena aku tak bisa masuk 5 besar ranking dikelas. Aku hanya dapat ranking 7. Namun, aku tetap bersyukur karena itu merupakan rahmat Alloh.
Libur panjang menghiasi hari-hariku. Sekitar setengah bulan aku dirumah merenung memikirkan masa depanku esok,esok dan esok. Entah apa yang akan ku dapat. Dan aku semakin larut dalam keheningan itu.
Memasuki tahun baru 2012, aku sudah mulai membereskan lagi buku-buku tebal yang berserakan dimeja belajarku. Mulai diperkenalkan lagi dengan pelajaran sekolah. Akhir Januari,  aku dihadapkan lagi tri out ke-3. Ya, masih sama. Soal-soal itu lagi. Yang membuatku bosan.
Aku tak tahu, kenapa tubuhku semakin lemah tak berdaya dan otakku pun lelah tuk berfikir. Aku selalu bertanya pada diriku sendiri “ kapankah aku dapat keluar dari belenggu yang selalu ada dihidupku ini ?”. Diam. Tak ada yang menjawab.
Bulan februari, sekolah mengadakan tri out dari kabupaten banyumas yang juga menandakan itu tri out ke-4. Nilaiku tiba-tiba saja down. Semangatku pun semakin pudar. Konsentrasiku juga buyar.
Awal bulan Maret, ada latihan Ujian Nasional dan Ujian Sekolah. Yah, tanpa ku sadari nilai tri outku semakin ambruk. Seperti diterjang angin badai. Lalu, akupun kembali merenung “mengapa aku menjadi seperti ini, mungkin karena fisikku tak kuat lagi menahan beban dan ingin beristirahat”.
Setelah hal itu berlalu, aku sedikit senang dengan kegiatan ujian praktik. Aku sangat menikmati dalam menjalani ujian praktik bersama teman-temanku. Aku dapat belajar dan tahu apa arti kerjasama,toleransi dan lain-lain.
Oh ya, waktu ujian praktik seni budaya ada peristiwa unik yang terjadi. Ketika itu, aku menampilkan  tarian kreasi bersama keempat temanku. Di akhir gerakan tarian, aku maju kedepan untuk mengekspresikan gayaku. Namun karena aku orangnya pemalu , secara reflect aku mengomel sendiri . “ huft, cepetan selesai dong musiknya”. Tanpa kusadari, omonganku itu terdengar oleh teman-temanku yang menonton sehingga mereka serempak tertawa.
Akhir Maret, aku semakin gelisah karena Ujian Sekolah sudah dimulai. Demi  mencapai nilai tinggi, aku semangat sekali dalam belajar. Disamping itu, aku juga tak lupa berdoa kepada Alloh dan meminta restu dari orang tua.
Awal April, diadakan tri out terakhir yaitu tri out ke-6. Disitu aku mulai bangkit dengan semangat yang membara. Entah dorongan dari mana aku semakin optimis. Alhamdulilah nilaiku kembali normal. Aku tak lagi down. Apalagi ini sudah memasuki bulan April. Tinggal beberapa hitungan hari saja Ujian Nasional akan dilaksanakan.
Yah, betul. Hari  itu cepat berlalu. Tepat dua minggu setelah Tri Out ke-6, Ujian Nasional pun datang. Hal ini membuat jantungku berdetup kencang. Setiap pagi,siang dan sore aku terus membaca buku tanpa mengenal lelah. Aku juga tiada hentinya memohon petunjuk dari Alloh dan meminta doa dari orang tua agar semuanya lancar. Tak lupa juga aku meminta maaf atas kesalahan yang pernah ku perbuat terhadap bapak ibu guru serta adik-adik kelasku yang juga akan menjadi generasi berikutnya.
Ujian Nasional sangat mencekam. Aku merasa sangat deg-degan, namun aku selalu pasrahkan kepada Alloh. Dan aku hanya bisa berusaha semaksimal mungkin selagi aku bisa.
Di hari akhir Ujian Nasional aku berteriak sangat keras. Aku seperti melepaskan beban dari diriku. Lalu aku bersyukur kepada Alloh, atas rahmatnya aku bisa mengikuti Ujian Nasional sampai selesai.
Ya, memang melewati Ujian Nasional itu seperti bebas dari penjara yang sangat membelenggu. Namun bagiku tidak, ini merupakan awal perjuanganku untuk mencapai keinginanku berikutnya yaitu masuk SMA N AJIBARANG.
Bulan Mei, sudah tak ada lagi aktivitas belajar mengajar seperti biasa di kelas 9. Yang terlihat hanya anak-anak kelas 9 yang mondar-mandir kesekolah untuk menyelesaikan masalah sekolah. Seperti ; cap tiga jari, pengambilan SKHU, latihan untuk perpisahan dan ada juga yang hanya ingin bersendau gurau dibawah pohon yang rindang. Namun beberapa diantaranya lebih memilih beristirahat dirumah.
Melihat itu semua, aku merasa akan kehilangan teman-temanku. Mungkin dulu sering berkumpul, saling tegur sapa, bercanda , belajar bersama sampai terjalin keakraban yang indah dan menyatu sebagai keluarga. Namun sebentar lagi harus berpisah, melepas semua keakraban dan kegembiraan untuk mencapai satu hal yaitu cita-cita dan kesuksesan masing-masing. Hanya doa yang kupanjatkan kepada Alloh agar semua berhasil.
Walupun begitu, aku takkan hanyut dan larut dalam kepedihan ini karena semua kenangan manis yang pernah kurasakan akan ku simpan selalu dihatiku.
Bualn Juni, tepatnya hari Sabtu. Hari perpisahan pun tiba. Kulihat jam di tanganku sudah menunjukan pukul 08.30. Bola mataku melihat kesana-kesini tampak sudah banyak anak-anak kelas 9 berkumpul. Mereka semua tampak cantik dan tampan dengan baju kebaya dan jas hitam yang menghiasi tampilan mereka, termasuk aku.
Waktu itu aku memakai kebaya warna merah dan aku memakai kerudung berwarna hijau muda. Aku tak tahu mengapa banyak orang keheranan melihatku  memakai kerudung. Tapi mungkin itu merupakan penampilan baru dalam hidupku.
Dengan diiringi lagu jawa dan musik gamelan yang terdengar halus ditelinga , dengan gaya lemah gemulai dan gagah perlahan-lahan semua murid berjalan menuju kursi yang telah disediakan berdasarkan kelas masing-masing.
Kulihat ibuku sudah duduk manis disamping tempat dudukku. Lalu aku menghampirinya dengan senyum dan langsung duduk disampingnya.
Acara berlangsung diawali dengan persembahan berbagai jenis tarian. Ada tari modern, jawa dan kreasi yang ditampilkan oleh adik-adik kelas.
Selama acara berlangsung, aku dan ibuku pun bercakap-cakap dan kerap kali kami bercanda.
“ Dain, yang duduk didepanmu ini temanmu ?“. Tanya ibuku dengan suara berbisik padaku.
“ Ya ibu. Memang kenapa ibu ?” aku pun menjawab dan berbalik tanya pada ibuku.
“ Dia lucu sekali, badannya gemuk dan pakaiannya warna hijau seperti Nyi Roro Kidul”. Canda ibuku.
Akupun ikut tertawa dalam candaan itu. Aku baru merasakan begitu dekatnya aku dan ibuku dalam event itu. Namun aku juga tau ibu mengajakku bercanda agar aku lebih rileks (santai) karena dari tadi aku terus menggenggam jari jemari ibuku hingga berkeringat.
Setelah acara persembahan tarian selesai, dilanjutkan dengan sambutan dari bapak kepala sekolah yang sekaligus mengumumkan hasil kelulusan. Aku amati sekeliligku, nampak banyak anak yang tegang.
Dengan suara yang membuat suasana tegang bapak kepala sekolah melontarkan beberapa kata.
“ Dari hasil Ujian Sekolah dan Ujian Nasional, SMP N 2 AJIBARANG dinyatakan  lulus 100%”.
“Horeeeee”. Serempak semua anak berteriak bersuka cita.
Kemudian semua wali kelas mengalungi anak kelasnya masing-masing dengan selempang yang bertuliskan “Kridaning Nawasiwi”. Aku juga tak tahu apa makna tulisan itu namun bagiku itu merupakan nama bagi alumnus angkatanku (2011-2012). Dan setelah itu, semua anak juga bersalaman dengan wali kelas.
Selain itu, ada kategori untuk nilai tertinggi dan ranking 10 besar paralel. Waktu itu aku hanya tertunduk lemas , bersyukur karena lulus. Tiba-tiba saja, MC atau pembawa acara mengumumkan siswa yang nilai bahasa indonesianya tertinggi yaitu 9,80. Dan aku sangat terkejut ketika namaku juga terpanggil. Aku sangat senang sekali karena ibuku juga terlihat bangga padaku. Seperti mimpi saja, namun itu memang kenyataan. Tak pernah terbesit dihati akan berdiri dipanggung dengan meraih sebuah keberhasilan yang luar biasa.
Lalu aku berjalan menuju panggung dengan rasa percaya diri. Aku tak menyangka akan bisa maju kepanggung dengan menerima hadiah dan bersalaman serta ucapan selamat dari bapak ibu guru.
Diakhir acara, ada sebuah lawakan pentas seni  yang diperankan oleh anak-anak kelas 8. Tema dalam pentas seni itu adalah asal-usul ajibarang. Disetiap adegan penonton dibuat tertawa dan kagum terhadap pemeran pentas itu.
Setelah acara selesai, banyak teman-temanku mengucapkan selamat padaku termasuk guru faforit bahasa indonesiaku yaitu ibu muryati.
“ Selamat ya Dainty, dapat nilai bahasa indonesia tertinggi”.  Ucap bu Muryati sambil bersalaman denganku.
“ Iya ibu, terima kasih”. Jawabku singkat dengan mengumbar senyum padanya.
Ya memang aku tak bisa meraih rangking paralel, namun aku bangga pada diriku sendiri. Aku mempunyai prestasi yang baru aku sadari dan prestasi itu menunjukan bahwa aku bisa melakukan suatu hal dengan usaha. Harapanku selanjutnya adalah aku ingin bisa bersekolah di SMA N AJIBARANG.
Setelah kelulusan, aku tak begitu saja duduk manis dirumah. Aku selalu mencari informasi mengenai pendaftaran di SMA N AJIBARANG. Jujur saja dalam keluargaku ada sedikit masalah tentang dimana aku akan melanjutkan sekolahku. Kakak pertamaku sangat mendukung aku untuk mendaftar di SMA N AJIBARANG, sedangkan kakak keduaku menyarankan agar aku melanjutkan di SMK MUHAMADIYAH 2 AJIBARANG.
Kedua saran itu pada awalnya membuatku sangat galau. Namun aku mengambil keputusan untuk mendaftar di dua sekolah yang disarankan kakak-kakakku itu.
Di SMA N AJIBARANG mendaftar saja ternyata sangat ribet. Pertama menggunakan jalur raport, ternyata aku tak berhasil. Lalu aku coba cara kedua yaitu menggunakan jalur tes. Ya, aku berusaha semaksimal mungkin dengan belajar yang giat.
 Beberapa hari kemudian, ada pengumuman. Aku sudah sangat pasrah kepada Alloh. Dengan perlahan- lahan ku buka amplop yang membuatku sedikit ragu. Lalu kutemukan satu kata didalam amplop itu yaitu“ DITERIMA”. Aku langsung mengucap syukur karena aku diterima di SMA yang menjadi idamanku.
Sesudah pengumuman penerimaan siswa baru, diselenggarakan kegiatan MOS. MOS atau yang disebut juga Masa Orientasi Siswa merupakan masa pengenalan siswa baru dengan lingkungan sekolahnya.
MOS diselenggarakan selama 5 hari. Memang dalam kegiatan MOS banyak hal aneh yang harus diperbuat.
Dihari pertama, dengan memakai kalung nama , membawa tas lanski bening serta rambut diikat dan diberi pita warna merah aku berangkat dari rumah pagi-pagi ke sekolah baruku itu. Memang aturan berangkat dari rumah sebelum jam 7 pagi. Jadi aku berangkat pagi-pagi sekali.
Sebenarnya kegiatan MOS di SMA N AJIBARANG sangat mendidik. Kegitannya seperti menulis kultum pagi di folio, membuat bahan mading, menulis lagu daerah dan lagu nasional, membuat proposal di kertas hvs dengan tulis tangan, menulis pembukaan UUD 1945 dengan tulisan latin, menulis pancasila dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, kerja bakti, menulis berita, menulis biografi tokoh idola, membuat artikel tentang olahraga dan tokoh sastrawan. Serta ada kegiatan bakti sosial untuk anak-anak tidak mampu. Dan dalam kegiatan membuat proposal ternyata punyaku yang terbaik. Alhamdulillah usahaku tak sia-sia. Memang aku sudah mempersiapkan membuat sebuah proposal sebaik mungkin.
Didalam kegiatan MOS memang banyak sekali suara keras yang keluar dari mulut para anggota OSIS, apalagi yang jabatannya tinggi. Namun semua itu dilakukan agar semua murid baru tak meremehkan mereka.
Di hari akhir kegiatan MOS, semua siswa baru dibagikan buku tentang MOS dan didalamnya terdapat banyak informasi mengenai SMA N AJIBARANG. Dan juga semua siswa harus meminta tanda tangan pada anggota OSIS, serta para guru dan staf karyawan.
Namun ada scor tertentu pada setiap anggota OSIS, para guru dan staf karyawan. Jadi scor tertinggi adalah 100 dan terendah 45. Dalam meminta tanda tangan akan diberi waktu, jika waktu telah habis maka buku akan dikumpulkan lagi pada OSIS untuk dilihat. Setelah itu buku akan dikembalikan lagi pada semua siswa baru.
Semua siswa baru terlihat lari berhamburan tak jelas arahnya. Aku pun begitu, berlari dan terus berlari untuk mendapatkan tanda tangan.
Dan untuk mendapatkan tanda tangan, itupun tak semudah yang dibayangkan. Apalagi jika meminta tanda tangan ke anggota OSIS.
“Nama kakak siapa coba ?”. tanya seorang anggota OSIS kepada siswa baru yang ingin meminta tanda tangannya.
Ada juga yang menanyakan kelas dan pengetahuan umum lainnya kepada siswa baru yang ingin mendapatkan tanda tangan.
Setelah kegiatan meminta tanda tangan selesai, hal yang paling aku suka ketika bersalaman dengan semua anggota OSIS. Mereka seketika menampakan raut wajah yang berbeda. Mereka terlihat ramah, halus dan penuh kasih sayang terhadap semua siswa baru.
Dari semua hal yang pernah aku alami, itu semua merupakan perjuanganku hingga mencapai suatu hal yang aku dambakan. Dan sekarang aku sangat bangga menjadi siswa SMA N AJIBARANG. Aku akan berusaha selalu membawa nama baik sekolah tercintaku ini hingga aku lulus. Perjuanganku tak akan berhenti disini sampai aku mencapai cita-citaku yang sebenarnya. :D

0 komentar:

Posting Komentar